Penyakit cacar api merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup menarik untuk dibahas. Karena penyakit ini cukup kompleks dan tidak bisa dianggap sepele yang disebabkan rasa gatal dan nyeri yang ditimbulkan akibat ruam kulit dan gatal yang terjadi. Diketahui bahwa penyakit ini disebabkan oleh varicella zoster yang merupakan virus yang juga menyerang orang yang mengalami cacar air. Untuk informasi lebih lengkap mengenai penyakit ini bisa anda perhatikan mulai dari penyebab, gejala dan proses penyembuhannya sebagai berikut.

Penyebab Cacar Api

Penyakit cacar api atau disebut juga dengan herpes zoster atau cacar ular ini disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus ini bisa bertahan di sel saraf selama bertahun-tahun dan akan menyerang kembali ketika sistem imun Anda lemah. Namun perlu diketahui bahwa herpes zoster ini tidak akan menular dari satu orang ke orang lain seperti cacar air. Namun virus juga bisa menular pada kondisi orang yang belum pernah mengalami cacar air karena virusnya sama dengan virus yang menyerang pada cacar air.

Virus ini sangat mudah menyebar dengan cara kontak erat atau orang lain menyentuh lepuhan yang diakibatkan oleh cacar ular di kulit. Namun jika lepuhan ditutup atau sudah menjadi koreng maka virus tidak akan mudah menular. Anda juga harus tahu bahwa herpes zoster tidak ada hubungannya dengan virus yang bisa menyebabkan herpes kelamin meski nama virusnya mirip.

Gejala Cacar Api

Anda yang belum pernah mengalami cacar api, tentu akan bingung apa saja tanda atau gejala dasar yang muncul ketika sedang mengalami penyakit herpes zoster ini. Perlu diketahui, bahwa gejala umum yang terjadi yaitu bintil merah pada satu sisi tubuh. Lalu kemudian ketika tingkatnya makin parah akan menjadi luka lepuh yang bisa pecah dan menjadi kerak serta koreng.

Umumnya gejala dari cacar ular ini gatal, perih, sensasi terbakar pada kulit, lemas, sakit kepala dan juga Anda akan demam. Biasanya sebelum muncul ruam pada kulit, anda akan merasakan sensasi terbakar dan kesemutan di kulit. Lalu biasanya juga akan merasa tidak enak badan dan sakit kepala. Setelah gejala, biasanya ruam muncul beberapa hari dan umumnya muncul pada area dada dan perut. Tetapi banyak orang juga mengalami ruam di wajah, mata hingga kelamin.

Cara Pengobatan Cacar Api

Ada dua metode yang bisa dilakukan untuk mengobati cacar api. Untuk itu, Anda bisa konsumsi obat-obatan dan melakukan perawatan sendiri di rumah.

1. Dengan Obat-obatan

Anda bisa konsumsi obat antivirus untuk kondisi 3 hari sejak ruam muncul. Obat yang disarankan adalah acyclovir, famciclovir dan valacyclovir. Anda juga sebaiknya konsumsi obat pereda nyeri yang tidak bisa dibeli sembarangan. Terlebih dahulu konsultasi dengan dokter terhadap penyakit ini lalu dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasi nyeri kronis akibat cacar ular. Obat yang disarankan biasanya gabapentin, amitriptyline, paracetamol, ibuprofen, kodein, kortikosteroid, bius lokal dan capsaicin.

2. Perawatan Dirumah

Untuk perawatan dirumah maka anda harus melakukan beberapa metode agar mempercepat proses penyembuhan cacar. Mulai dari mandi air dingin dan menempelkan kompres dingin pada bagian lapisan kulit agar gatal dan nyeri bisa reda.

Disarankan untuk tidak melakukan pekerjaan berat di luar rumah bahkan bagi anak-anak anda tidak boleh masuk sekolah selama bintil dan ruang masih ada serta mengeluarkan cairan yang bisa mengakibatkan penularan. Anda baru boleh melakukan aktivitas sedia kala di luar rumah jika bintil sudah berubah menjadi lepuhan kering dan koreng. Sebaiknya tutupi lepuhan agar tidak terbiasa dengan pakaian yang dikenakan dan bisa tersentuh oleh orang sehingga menulari orang lain.

Itu tadi beberapa pengenalan seputar penyakit cacar api. Meski penyakit ini tidak terlalu berbahaya, namun sangat mengganggu akibat ruam dan lepuhan yang muncul.

Untuk mengetahui lebih banyak seputar informasi cacar ular ini, Anda harus mengunjungi direktori penyakit di SehatQ. SehatQ merupakan buat kesehatan keluarga dengan berbagai informasi dan artikel menarik, sesuai dengan fakta dan terpercaya.