BERITA

Berbagai Jenis Roll Film beserta Tipenya

Summary

Roll film memang sudah lama tak lagi diminati masyarakat semenjak kemuncula kamera digitas diawal abad ke-22. Namun belakangan ini penggunaan roll film telah menjadi trend dan marak digunakan terutama dari kalangan muda. Bagi kalian yang tertarik menggunakan kamera analog, tetapi […]

Roll film memang sudah lama tak lagi diminati masyarakat semenjak kemuncula kamera digitas diawal abad ke-22. Namun belakangan ini penggunaan roll film telah menjadi trend dan marak digunakan terutama dari kalangan muda. Bagi kalian yang tertarik menggunakan kamera analog, tetapi masiih bingung dengan berbaai jenis dan tipenya, berikut kami ulas berbagai jenis dan tipe kamera analog yang bisa kalian buat referensi.

Jenis-jenis Roll Film

Jenis-jenis roll film dapat dibedakan berdasarkan format (bentuk dan ukuran) dan berdasarkan tipenya. Berikut penjelasannya

Jenis-jenis roll film berdasarkan formatnya.

Jenis-jenis roll film berdasarkan formatnya dibagi menjadi 3 yaitu film 135mm, Film 120mm atau medium format, Film 110mm. 1. Film 135 atau 35 mm adalah film roll film  yang paling umum digunakan oleh masyarakat karena mudah didapat. Selain menjadi yang paling umum digunakan, roll film ini juga menajdi ukuran yang paling diminati dari berbagai macam ukuran lainnya. Jenis roll film ukuran 35mm  ini banyak digunakan untuk kamera ringkas atau yang sering disebut rangefinder. Dari ukuran 35mm, roll film ini memiliki 36 jumlah frime. Sedangkan hasil jepretannya menghasilkan warna-warna yang tidak jauh beda dengan preset pada berbagai macam jenis aplikasi edit foto.

Kemuadian jenis roll film ukuran 120mm atau medium format. Ukuran ini tentunya lebih besar dari ukuran yang sebelumnya. Namun hasilnyapun tidak kalah bagusnya, hanya saja jenis ukuran ini digunakan untuk kamera yang lebih besar ukurannya. Untuk satu roll film ukuran 120mm biasanya berisi sekitar 12 sampai 16 frame. Jenis ukuran frame ini memang jarang ditemukan dibandingan dengan ukuran 135mm. Selain jarang ditemukan, penggunaan roll film ukuran 120mm ini juga sulit, maka dari itu banyak yang lebih memilih menggunakan roll ukuran 135mm dibandingkan dengan 120mm.

Ukuran roll film lainnya adalah 110mm. Ukuran ini juga jarang digunakan karena penggunaanya yang tidak efisien harus menggunakan kamera yang lebih besar lagi. Biasanya ketika kita menggunakan roll film ukuran 110mm ini, kita harus menggunakan tripod supaya mempermudah penjepretan gambarnya.

Setelah mengetahui jenis-jenis roll film berdasarkan ukurannya, dibawah ini jenis-jenis roll film berdasarkan hasil jepretannya yang dibagi menjadi dua yaitu fil black and white dan film color.

Sesuai dengan namanya black and white atau monochrome, maka hasil fotonyapun akan menampilkan warna hitam dan putih saja. Selain itu dalam gambarnya akan titik-titik kecil berwarna hitam dalam setiap bagian foto kalian. Sedangkan untuk film color hasilnya akan lebih berwarna dan berkarakter. Jika kalian penasaran, warna-warna yang dihasilkan oleh film color ini bisa melihat berbagai filter di Intagram, maka kalian akan tahu sedikit banyak hasil jepretan dari film color ini.

Selanjutnya kita akan membahas mengeni tipe film. Tipe roll film dibedakan menjadi dua yaitu tipe positif dan tipe negatif. Antara kedua film ini memiliki perbedaan yang begitu signifikan, bahkan berbanding terbalik. Film positif (reversal/slide) menghasilkan warna asli sesuai dengan gambar, sedangkaan film negatif menghasilkan warna yang terbalik dengan gambar aslinya. Jadi ketika kita menjepret suatu gambar yang terang dengan film negatif, maka hasilnya akan menjadi gelap dan begitu pula sebaliknya.

Maka dari itu, agar warna bisa tercetak sesuai aslinya, maka harus dilakukan proses inversi, yaitu proses pembalikan warna sesuai dengan warna aslinya. Namun disamping penggunaannya yang ribet harus melalui pembalikan warna terlebih dahulu, film negif ini menghasilkan warna yang lebih halus serta intensitas sensor kamera yang luas sehingga lebih toleran terhadap kesalahan exposure.

Dibanding dengan film negatif, film positif tidak perlu proses inversi terlebih dahulu untuk pencetakn gambarnya. Namun hasil dari film positif ini tidak begitu bagus, karena pencahayaan yang terang akan terlihat lebih terang dan yang gelap akan terlihat lebih gelap. Selain itu, intensitas sensor filmnya juga tidak terlalu luas jadi rentan terhadap kesalahan exposure.